Selasa, 15 Juli 2014

MENGENAL TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR))



      Mengenal Tepung MOCAF
    Apa itu tepung MOCAF....? Aplikasi biofermentasi  dalam pengolahan pangan..


Tepung Mocaf dikenal sebagai tepung singkong alternatif pengganti terigu. Kata MOCAF sendiri merupakan singkatan dari “Modified Cassava Flour” yang berarti tepung singkong yang dimodifikasi, yang dalam bahasa Indonesianya  disebut juga “Modifikasi Tepung Ketela Pohon” atau MOTEKAP (Admin, 2012).

Tepung mocaf adalah tepung singkong yang telah dimodifikasi dengan cara teknik fermentasi, sehingga dihasilkan tepung singkong dengan karakteristik mirip terigu sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengganti terigu atau campuran terigu 30 % – 100 % dan dapat menekan biaya konsumsi tepung terigu 20-30%. Dibandingkan dengan tepung singkong biasa atau tepung gaplek, tepung mocaf memiliki performansi yang lebih baik yaitu lebih putih, lembut dan tidak bau apek. Kunci rahasia pembuatan tepung mocaf adalah terletak pada proses fermentasi yang menyebabkan tepung mocaf memiliki tekstur yang berbeda dengan tepung singkong biasa.

MOCAF adalah produk tepung dari singkong yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi, dimana mikroba BAL (Bakteri Asam Laktat) mendominasi selama fermentasi tepung singkong ini. Mikroba yang tumbuh menghasilkan enzim pektinolitik dan selulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel singkong, sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Mikroba tersebut juga menghasilkan enzim-enzim yang menghidrolisis pati menjadi gula dan selanjutnya mengubahnya menjadi asam-asam organik, terutama asam laktat. Hal ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Demikian pula, cita rasa MOCAF menjadi netral dengan menutupi cita rasa singkong sampai 70%. Walaupun dari komposisi kimianya tidak jauh berbeda, MOCAF mempunyai karakteristik fisik dan organoleptik yang spesifik jika dibandingkan dengan tepung singkong pada umumnya. Kandungan nitrogen MOCAF lebih rendah dibandingkan tepung singkong, dimana senyawa ini dapat menyebabkan warna coklat ketika pengeringan atau pemanasan. Dampaknya adalah warna MOCAF yang dihasilkan lebih putih jika dibandingkan dengan warna tepung singkong biasa (Admin, 2012).

Prinsip pembuatan tepung mocaf adalah dengan memodifikasi sel ubi kayu atau singkong secara fermentasi, sehingga menyebabkan perubahan karakteristik yang lebih baik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Secara umum proses pembuatan mocaf meliputi tahap-tahap penimbangan, pengupasan, pemotongan, perendaman (fermentasi), dan pengeringan  (Admin, 2012).

MOCAF dapat digunakan sebagai bahan baku, baik substitusi maupun seluruhnya, dari berbagai jenis produk bakery seperti kue kering (cookies, nastar, dan kaastengel dll), kue basah (cake, kue lapis, brownies, spongy), dan  roti tawar. Selain itu tepung MOCAF juga dapat digunakan dalam pembuatan bihun, dan campuran produk lain berbahan baku gandum atau tepung beras. Hasil produk berbahan mocaf ini tidak jauh berbeda dengan produk yang menggunakan bahan tepung terigu maupun tepung beras. MOCAF dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas (Admin, 2012).
 



Karakteristik umum tepung MOCAF :

  • Mocaf adalah produk tepung dari ubi kayu yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi Mikroba yang tumbuh merubah karakteristik tepung yang dihasilkan. Karakteristik mocaf juga dipengaruhi oleh jenis kultur yang ditambahkan saat fermentasi (Rahayu, 2010) 

    Indonesia sebagai negara agraris, yang penduduknya banyak mengandalkan hasil pertanian dan perkebunan, maka singkong yang harganya murah dapat diolah dengan cara fermentasi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Disamping itu ketergantungan akan tepung terigu impor dapat dikurangi, dengan produksi dalam negeri sendiri.

    Ayo memulai memberdayakan potensi produk pertanian lokal yang dapat mensejahterakan para petani Indonesia..
     
    (Disarikan dari artikel mini riset kelompok 5 biologi C 2014) .....

Senin, 14 Juli 2014

PENGETAHUAN METAKOGNITIF



Apa pengetahuan metakognitif itu..??
Apakah metakognisi seorang siswa dapat menuntut keberhasilan dalam proses belajar nya..?

Dalam taksonomi pendidikan Bloom revisi (Anderson & Krathwohl, 2001), menyatakan bahwa terdapat dua dimensi utama tujuan dan kompetensi pendidikan yaitu jenis pengetahuan kognitif dan proses kognitif itu sendiri. Jenis pengetahuan kognitif terdiri atas: 1) pengetahuan faktual, yaitu pengetahuan tentang fakta-fakta, kejadian dan peristiwa yang terjadi, 2) pengetahuan konseptual, yaitu pengetahuan yang berhubungan dengan suatu konsep, pinsip, dan teori-teori tentang peristiwa atau kejadian yang terjadi, 3) pengetahuan prosedural, yaitu  pengetahuan yang berhubungan dengan prosedur atau cara kerja suatu operasi tertentu yang berhubungan dengan kejadian dan peristiwa, dan 4) pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang regulasi diri dan kesadaran akan kemampuan diri sendiri.
Metakognisi merupakan istilah yang sering diperbincangkan dalam dunia pendidikan.  Apa sebenarnya metakognisi itu? Metakognisi merupakan kognisi, yang terjadi dalam pikiran atau mental seseorang yang selalu digunakan dalam aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Metakognisi membantu kita menjadi pembelajar yang baik, karena berhubungan dengan intelegensi kita (Livingston, 1997).
  Beberapa ahli pendidikan memberikan pengertian metakognisi sebagai thinking about thinking, atau berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. Selanjutnya Livingston (1997) menyatakan bahwa metakognisi merupakan proses berpikir tingkat tinggi yang melibatkan kontrol aktif terhadap proses kognitif yang terlibat dalam pembelajaran. Aktivitas seperti perencanaan bagaimana menyelesaikan tugas yang diberikan, memonitor pemahaman, dan mengevaluasi perkembangan penyelesaian tugas yang diberikan, pada dasarnya adalah aktivitas metakognitif. Metakognisi memainkan peran penting dalam pembelajaran, maka penting bagi kita untuk mempelajari aktivitas metakognitif siswa dan perkembangannya untuk dapat menentukan bagaimana siswa belajar, agar proses kognitifnya lebih baik.
  Flavell (1979) sebagai pencetus istilah metakognisi mengungkapkan bahwa metakognisi terdiri dari pengetahuan metakognitif (metacognitive knowledge) dan pengalaman atau regulasi metakognitif (metacognitive experiences or regulation). Pengetahuan metakognitif merujuk pada pengetahuan tentang proses-proses kognitif dan pengetahuan yang dapat dipakai untuk mengontrol proses kognitif, sedangkan pengalaman metakognitif adalah proses-proses yang dapat diterapkan untuk mengontrol aktivitas-aktivitas kognitif dan mencapai tujuan-tujuan kognitif. Pengetahuan metakognitif terbagi dalam tiga variabel, yaitu pengetahuan tentang diri sendiri (person), pengetahuan tugas kognitif (task), dan pengetahuan strategik (strategy) (Livingston, 1997).
Tacassu Project (2008) memberikan pengertian kemampuan metakognitif sebagai kemampuan belajar bagaimana seharusnya belajar dilakukan, yang mencakup kemampuan sebagai berikut:
1)       Mengembangkan suatu rencana kegiatan belajar.
2)     Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya berkenaan dengan kegiatan belajar.
3)     Menyusun suatu program belajar untuk konsep, keterampilan, dan ide-ide yang baru.
4)  Mengidentifikasi dan menggunakan pengalamannya sehari-hari sebagai sumber belajar.
5)      Memanfaatkan teknologi modern sebagai sumber belajar.
6) Memimpin dan berperan serta dalam diskusi dan pemecahan masalah kelompok.
7)   Belajar dari dan mengambil manfaat pengalaman orang-orang tertentu yang telah berhasil dalam bidang tertentu.
8)     Memahami faktor-faktor pendukung keberhasilan belajarnya.
Jadi berdasarkan paparan di atas, pengethuan metakognitif sangatlah penting dimiliki atau dikuasai oleh seorang pebelajar,  agar ia dapat mengatur proses dan merencanakan belajarnya hingga sukses. Hal ini harus terus dimonitor dengan membuat semacam daftar inventori kesadaran metakognitif, sehingga siswa dapat mengevaluasi sejauh mana kemampuan dan kesadaran metakognitifnya, secara kontinyu. Para guru dapat menggunakan  Metacognitive Awareness Inventory dari  Schraw & Dennison (1994) untuk mengetahui kemampuan dan sejauh mana pengetahuan metakognitif peserta didiknya. 
(Disarikan dari Skripsi Rizky, 2014)

Kamis, 10 Juli 2014

ATURAN DOMISILI DALAM PPDB KOTA BANDUNG

Sistem Domisili dalam PPDB Kota Bandung....
Apakah solusi untuk kepentingan dunia pendidikan atau kepentingan politik semata..??

Penulis tersentak ketika melihat beberapa nilai UN peserta didik SMP  Z ada yang skornya 30, 80, padahal paling tinggi skor maksimum nilai UN SD adalah 30. Pada tahun ajaran baru 2014/2015 penerimaan peserta didik baru mulai dari tingkat SD sampai SMA diberlakukan sistem domisili. Siswa yang berada dalam kota dengan radius 2 km mendapatkan skor tambahan nilai UN sebesar 1,36 poin, sehingga nilai UN bisa bertambah. Di sekolah X yang saya pantau passing grade terendah nilai UN nya sebesar 16,... Coba bayangkan berpa nilai UN yang sebenarnya sebelum ditambahkan poin 1,36. 

Ide awalnya, bapak walikota Bandung mengeluarkan aturan domisili ini didasarkan pada kepentingan politik dan publik kota bandung, yaitu untuk mengurangi kemacetan di kota bandung..karena kita sadari kota bandung sudah "heurin ku tangtung" sudah macet dimana-mana. Tapi apakah kebijakan ini tidak intervensi terhadap kepentingan dan kualitas pendidikan di kota Bandung..?

Banyak orang tua siswa yang mengeluh dan menggerutu atas kebijakan dan aturan Bapak Wali kota Bandung ini.. Orang tua siswa yang berasal dari luar kota Bandung yang merasa bingung dan galau memasukan anaknya ke sekolah negeri yang bagus. Sementara tidak ada penambahan poin nilai UN. Banyak yang tidak keterima di sekolah negeri dan akhirnya dengan terpaksa memasukan putra - putrinya ke sekolah swasta, walaupun biayanya cukup besar, karena siswa yang daftar di sekolah negeri yang berasal dari luar kota kena finalti aturan Quota... Laksaana quota haji....

Melihat kasus-kasus dan fakta-fakta di lapangan maka kebijakan Bapak wali kota Bandung ini seyognya perlu ditinjau ulang untuk tahun mendatang, karena tidak esensial untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan aturan ini, seolah-olah pendidikan terkungkung oleh ruang dan domisili seseorang, sementara banyak putra-putri bangsa yang kompeten dan berprestasi tidak bisa menikmati pendidikan di sekolah negeri yang kuliatasnya jauh dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta..

Untuk kebijakan kedepan perlu memperhatikan:
1.  Perlu sosialisasi yang terbuka dan meluas ke seluruh lapisan masyarakat, baik untuk penduduk kota bandung atau kabupaten bandung atau wilayah di kota bandung.
2.  Asal sekolah bukan domisili siswa, dan untuk domisili siswa yang berada di perbatasan sebaiknya tidak kena quota..
3. Penambahan poin Nilai UN bagi siswa yang berada di dalam kota rasanya tidak adil, karena dapat mengurangi kualitas pendidikan itu sendiri..
4. Solusi terbaik untuk tahun mendatang sebaiknya untuk daftar ke sekolah negeri mulai dari SD, SMP dan SMA dilakukan testing yang dapat melihat real kompetensi siswa di kota Bandung.

Rabu, 25 Juni 2014

PUASA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA



Memaknai shaum rhomadhon 1435 H, sebagai wahana revolusi mental-pikiran dan ruhani umat Islam sedunia....

Sebentar lagi umat Islam sedunia akan menyambut dan melaksanakan puasa atau shaum wajib, Romadhon 1435 H. Puasa atau shaum merupakan perintah wajib khususnya bagi kaum mukminin, untuk mencapai kompetensi Tattaquun yaitu derajat taqwa. Sebagai mana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat :183, sebagai berikut:
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ Ø¢َÙ…َÙ†ُوا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِينَ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ (183)
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (Q.S al-Baqoroh:183).

Puasa atau shaum secara terminologi berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum Muhammad SAW., memiliki peran yang penting dalam membangun karakter mental-pikiran dan ruhani umat manusia. Khususnya dalam Dinul Islam perintah puasa ditujukkan sebagai proses pendidikan yaitu memanusiakan manusia---- proses perubahan dan revolusi mental-pikiran dan ruhani manusia dari sifat kebinatangan atau hewani menuju sifat ilahiah, yaitu taqwa. Hampir setiap perintah ubudiah pada hakikatnya adalah proses pendidikan agar manusia dapat membangun dirinya menjadi insan yang memiliki ahlaqul karimah, salah satunya adalah mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu bertaqwa.

Puasa adalah sarana dan wahana pendidikan dan latihan pengendalian sifat kebinatangan atau hewani yang ada pada diri manusia menjadi insan kamil yang sudah disibghoh oleh cahaya Ilahiah. Selama 11 bulan perut, mental-pikiran serta ruhani kita diisi oleh material-material keduniawian, kebinatangan dan hewaniah yang cenderung hanya memperhatikan urusan perut dan urusan seks semata. Sebagaimana seorang psikolog terkenal Freud mengatakan bahwa “ Kehidupan manusia adalah hanya sebatas dari tangan ke mulut”. Demikian juga banyak ahli filsafat yang menyatakan bahwa manusia disamping sebagai mahluk sosial homo homini socius, yang ekstrim menyatakan sebagai sosialitas premanis, yaitu sosialitas yang saling  memangsa dan saling membenci bahkan saling ‘menerkam’ antar manusia. Manusia lain adalah mangsa yang harus diibunuh dan ditiadakan. Bukan sekadar saingan, bukan pula sebagai  lawan tanding. Homo homini lupus, bermakna manusia adalah serigala bagi sesama. Pandangan yang ekstrim ini terjadi pada umat manusia di abad modern ini. Manusia sudah cenderung tersipuh dan terdidik oleh budaya dan PAKEM baru yaitu: pragmatisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, sexualisme bahkan atheisme”.

Hampir setiap detik kita melihat dan mendengar di sosial media baik di TV, surat kabar, majalah, internet dll., yang secara vulgar memperlihatkan perilaku-perilaku kebinatangan seperti: sadisme, kekerasan, premanisme, kejahatan seksual, pedofilia, perselingkuhan, hubungan seks bebas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, korupsi, kolusi dan nepotisme yang telah menjadi budaya atau kultur kuat di masyarakat, khususnya umat Islam. Bahkan kita lihat anak-anak muda para pelajar terbuai dengan perilaku kekerasan, hubungan seks bebas, narkoba, geng motor, video porno, pelecehan seksual dan lain sebagainya. Situasi ini sangat memprihatinkan kita semua, termasuk para pendidik di sekolah. Bebagai upaya melalui pendidikan terus dilakukan untuk mengatasi dan memperbaiki situasi yang “out of control” ini. Namun melalui upaya pendidikan formal saja tidak akan membantu memperbaiki dan mengubah perilaku masyarakat yang sudah menderita “penyakit” mental dan ruhani yang kronis ini. Maka salah satu alternatif yang jitu adalah berpuasa... Puasa yang dimaknai bukan sekedar menahan lapar haus dan dahaga saja sebagaimana hewan juga berpuasa dari makan dan minum bila sedang kekeringan dan bencana, akan tetapi shaum harus dimaknai lebih dalam lagi yaitu upaya pengendalian diri serta hawa nafsu dari sifat-sifat kebinatangan menuju manusia seutuhnya yang dibentengi dengan nilai-nilai taqwa.

Derajat shaum kita dari tahun ketahun haruslah meningkat, dari shaum awam (umum) ke shaum khusus--- tidak hanya menahan lapar, haus dan dahaga serta hubungan seks di siang hari, kita juga harus menjaga seluruh indera kita, menjaga lisan dan ucapan dari perkataan keji, dusta, fitnah dan saling menggunjing satu sama lain, menjaga mata dari melihat segala sesuatu yang diharamkan Allah SWT., menjaga telinga dari mendengar kata-kata dan berita yang tidak bermanfaat. Demikian juga derajat shaum kita harus terus ditingkatkan dengan senantiasa menjaga pikiran dan hati kita, dari pikiran dan angan-angan kotor dan dari niat busuk dan jahat kepada tafakur dan dzikir hanya kepada Allah. Sehingga bagaikan serangga yang melakukan metabola, bermatamorfosis sempurna mnjadi insan kamil, yang mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT. 

Dengan shaum yang dimaknai dan dihayati oleh setiap individu mukmin dengan benar, maka dengan sendirinya akan membentuk karakter bangsa yang luhur. Tanpa perintah dan contoh baik dari guru, direktur, komandan, kepala bahkan tanpa intruksi dari pimpinan pemerintahan (RT-RW-LURAH-CAMAT-BUPATI-GUBERNUR-PRESIDEN), dengan otomatis shaum akan memiliki dampak positif terhadap pembentukan karakter bangsa yang diidam-idamkan oleh semua, yaitu bangsa yang memiliki budaya serta peradaban yang luhur, menghormati dan mematuhi nilai-nilai, hukum dan aturan yang berlaku, menjadi bangsa yang terhotmat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. 

Mudah-mudahan kita dapat mengisi shaum romadhon 1435 H ini, dengan hati yang tulus dan mengharapkan ampunan serta hidayah dari Alloh SWT. Aamiinn...
Penulis dengan kerendahan hati mengucapkan selamat menjalakan ibadah shaum Romadhon 1435 H tahun 2014 ini.

MENGENAL KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP



Apakah makhluk hidup yang beranekaragam di bumi ini sebagai puncak evolusi...??

Alam sekitar kita merupakan anugerah Yang Maha Kuasa Allah SWT., yang penuh dengan  keberagaman; warna-warni bunga yang indah, bentuk dan ukuran berbagai  flora dan fauna, serta tingkah laku berbagai hewan yang berbeda-beda. Makhluk hidup yang menghuni bumi kita sekarang ini sangat beraneka ragam. Para ahli taksonomi berusaha mengelompokkan berbagai makhluk yang beranekaragam terebut menjadi beberapa kelompok yang lebih sederhana.  Seorang tokoh yang sangat berperan dalam klasifikasi makhluk hidup dan dikenal  sebagai Bapak taksonomi adalah Carolus Linnaeus (1707-1778). Selanjutnya banyak tokoh-tokoh yang mengajukan sistem klasifikasi yang berbeda-beda seperti Ernest Haeckal, Whittaker, Woese dsb. Para ahli mengelompokkan mahluk hidup tentunya berdasarkan kriteria tertentu, baik morfologi, alat perkembangbiakan, hubungan kekerabatan bahkan sampai tingkat molekuler.


Pada awalnya system klasifikasi makhluk hidup adalah artifisial yaitu didasarkan pada pertimbangan secara sekehendak hati para ahli taksonomi  dengan melihat habitat (tempat hidup) dan nilai guna  dari  makhluk hidup tersebut. Tujuan dari system ini adalah mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan cirri-ciri yang mudah dikenali berdasarkan nilai kegunaannya dan tempat hidupnya (habitat). Contoh : pengelompokkan tumbuhan berdasarkan habitat: tumbuhan air,tumbuhan pantai, tumbuhan pegunungan dll. Berdasarkan manfaat atau kegunaanya tumbuhan dapat dikelompokkan, seperti:, tanaman sayuran, tanaman obat-obatan, tanaman, hias, tanaman, perkebunan dsb.


Kemudian berkembang sistem klasifikasi alamiah (natural). Sistem ini didasarkan pada kesamaan morfologi secara fenotip yang ada hubungannya dengan makhluk hidup yang sesungguhnya. Takson yang terbentuk merupakan anggoita-anggota aalmi yang sewajarnya bila dikelompokkan dalam satu kelompok. Misalnya pengelompokkan tumbuhan menjadi tumbuhan berspora dan tumbuhan berbiji, tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan berbiji tertutup (angiospermae), tumbuhan biji berbelah satu (monokotil) dan tumbuhan biji belah 2 (dikotil).

Para ahli taksonomi belum puas dalam mengkaji klalsifikasi makhluk hidup hanya dengan melihat nilai guna dan morfologinya saja, maka kemudian diajukkan suatu system klasifikasi baru yang lebih menekankan aspek hubungan kekerabatan dan sejarah perkembangan evolusi makhluk hidup yang ada sekarang. Sistem klasifikasi tersebut dikenal sebagai sitem filogenetik atau sitem evolusi. Pada system klasifikasi ini tersusun gambaran hubungan kekerebatan makhluk hidup yang terlihat sebagi pohon filogenetik, seperti gambar berikut:


 

 



Gambar 1  Pohon filogenetik yang umum berdasarkan pada urutan nukelotida  RNA ribosom diantara beberapa jenis organisme [diagram  R Woese (1994))

 
Klasifikasi makhluk hidup menurut Whittaker (1969)

Kingdom

Struktur sel dan cirri umum

Cara makan

Kelompok organisme

Monera

Prokariotik, bersel satu (uniseluler), membentuk koloni, berkembangbiak secara seksual dan “paraseksual”. Ada yang berklorofil tapi belum terhimpun dalam kloroplas.

-fotoautotrof,   menyerap makanan

Bakteri  dan ganggang biru (Cyanobakteria)

Protista

Eukariotik, uniseluler, sel tunggal atau koloni, ada yang memilki alat gerak (flagela), berkembang biak dengan aseksual dan seksual

-menyerap makanan, fotoautotrof, dan mencerna makanan (digestif)

Protozoa, alga, bebrapa jamur lendir

Fungi

Eukariotik, bersel banyak (multiseluler), memilki dinding sel, tidak berklorofil, tidak bergerak

Heterotrof, dengan menyerap makanan

Khamir (ragi), kapang dan cendawan

Animalia

Eukariotik, bersel banyak dengan jaringan yang kompleks, umumnya bergerak, tidak ada dinding sel.

Mencenrna makanan , heterotrof

Kelompok hewan mulai dari hewan berpori (porifera) sampai hewan menyusui (mammalia)

Plantae

Eukariotik, bersel banyak dengan jaringan yang kompleks, memiliki klorofil yang terhimpun dalam kloroplas dan ada dinding sel, tidak bergerak

Fotoautotrof, dengan fotosintesis

Ganggang bersel banyak, tumbuhan lumut, tum-buhan paku dan tumbuhan biji



Dengan mempelajari terus berbagai jenis makhluk hidup di bumi ini, maka timbul pertanyaan apakah mahluk hidup yang menghuni bumi kita sekarang ini merupakan puncak evolusi..?? apakah tidak mungkin menimbulkan atau menghasilkan spesies-spesies baru...?