Kebangkitan berarti bangun dari keterpurukan dan keterbelakangan. Para pahlawan nasional mencetuskan semangat kebangkitan nasional 106 tahun yang lalu, ketika bangsa Indonesia dalam kondidi terjajah, berada di bawah telapak kaki penjajah kolonial Belanda. Semangat kebangkitan nasional disuarakan oleh tokoh-tokoh akademisi seperti Dr. Sutomo dan Wahidin Sudirohusodo. Apakah hari ini Indonesia sudah benar-benar bangkit dari keterpurukan ?? Salah satu Indikator kebangkitan bangsa adalah adanya sikap mental kemandirian, maju atas landasan pijakan sendiri bukan karena bantuan bangsa lain. Sikap mental kemandirian untuk bangkit harus menjadi fokus utama, karena dengan sikap tersebut bangsa Indoensai akan menjadi bangsa yang berani, percaya diri dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Upaya penenaman sikap mental untuk bangkit dan mandiri dari keterbelakangan dapat ditempuh dengan upaya pendidikan yang terencana, terprogram dan memiliki visi jauh ke depan, dapat membentuk sikap mental anak bangsa untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kebangkitan nasional harus menjadi pemicu dan pemacu kemajuan dan kebersamaan, membangun bangsa dan negara yang dilandasi nilai-nilai bangsa sendiri. Bangsa yang benar-benar sudah bangkit tidak akan lagi memperbesar jurang perbedaan suku, adat, budaya, agama, ras, bahasa dan sebagainya, sehingga hanya ada satu tujuan dan misi memajukan bangsa dan negara Indoensia tanpa dikotori kepentingan golongan atau suku tertentu.
Biology Education sebagai media mengungkap tabir kehidupan melalui Pendidikan Biologi
Rabu, 21 Mei 2014
Minggu, 11 Mei 2014
Apa itu penyakit MERS...?
Belakangan ini merebak kasus MERS (Midle east respiratory syndrome). MERS merupaakn suatu penyakit kelainan sistem peranafasan yang parah di wilayah Timur Tengah, seperti daerah-daerh Ara, Mesir, Irak, dsb. Apa sebenarnya penyebab penyakit MERS..? Penyakit ini disebabkan oleh sejenis virus yaitu Corona virus. Virus ini termasuk sekeluarga dengan virus flu yang menginfeksi saluran pernafasan manusia. Virus ini termasuk virus RNA, dan mampu melakukan replikasi secara cepat melalui siklus litik. Virus ini secara alami ditemukan pada cairan mata dan hidung unta. Mengapa bisa menular pada manusia dan menyebabkan banyak kematian...? Hal ini lah keunikan organisme yang dikenal Virus, mereka mampu berubah sifat-sifatnya melalui mutasi spontan dan bisa menembus jaringan tubuh manusia terutama memperbanyak diri pada jaringan organ-organ saluran pernafasan. Mekanisme pemindahsebaran wabah virus melalui zoonosis ini perlu dipelajari lebih dalam, karena kemungkinan banyak jenis-jenis virus yang menginfeksi pada hewan bisa menyerang manusia. Dulu merebak kasus flu burung dan flu babi,hal ini menunjukkan keganasan sifat virus yang bisa menyerang manusia.
Senin, 05 Mei 2014
Prinsip Penyajian Materi pelajaran
Para guru di lapangan sering mengalami kesulitan dalam mengawali pembelajaran. Apakah harus dimulai dengan mengulang materi yang lalu atau memperkenalkan materi yang akan diajarkan. Untuk menarik perhatian siswa guru harus memiliki kreatifitas agar dapat memotivasi dan menarik, sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran. Berbagai teknik dapat dilakukan, misalnya dengan mendemostrasikan hal-hal yang menarik, menanmpilkan tayangan video atau film, memberikan pertanyaan yang menantang dan sebagainya. Dalam sesi apersepsi ini guru harus dapat mengkondisikan siswa agar iklim serta atmosfer pembelajaran terkondisikan dan siswa menerimanya.
Selanjutnya beberapa ahli pendidikan memberikan tips sederhana, bagaimana seorang guru menyajikan bahan ajar atau materi pembelajaran diantaranya sebagai berikut:
1. menyajikan materi yang mudah ke yang sukar
2. menyajikan materi yang sederhana ke yang kompleks (rumit)
3. menyajikan hal-hal yang kontekstual ke tekstual
4. menyajikan materi yang dekat ke siswa ke yang jauh
5. menyajikan hal yang konkret ke yang abstrak
6. menyajikan materi yang faktual ke yang konseptual.
Demikian Tips sederhana bagaimana seorang guru menyajikan materi pembelajaran agar mudah diserap oleh siswa. Demikian juga dapat mengurangi beban kognitif (cognitive loading) siswa itu sendiri. Mudah-mudahan Tips ini dapat membantu Guru, calon guru dan praktisi pendidikan dalam mendesain pembelajaran di kelas.
Pendidikan melalui Sains
Apakah sains melalui pendidikan atau pendidikan melalui sains....?
Pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk mengubah pola pikir, sikap dan perilaku manusia kearah yang lebih baik. Apapun kajian keilmuannya harus berujung pada tiga asepek tersebut. Jadi tidak seperti sekarang ini seorang-olah yang bertanggungjawab memnetuk sikap dan karakter peserta didik adalah mata pelajaran tertentu seperti agama tau PKn. Ada dikhotomis keilmuan seolah-olah kajian ilmu tertentu bertanggung jawab pada aspek ternetu. Padahal tidak mesti demikian. sehingga semua keilmuan dan mata pelajaran yang diajarkan disekolah-sekolah harus bermuara pada tiga ranah utama yaitu: kognitf, afektif dan psikomotorik. Apakah IPA atau Sains bisa mewujudkan hal tersebut...? Tentunya jawabnya bisa, karena dalam sains buan hanya sisi kognitif dan ketrampilan semata, akan tetapi dengan Sains atau IPA bisa mengembangkan sikap, nilai dan karakter peserta didik, seperti kejujuran, keterbukaan, ulet, teliti, tanggung jawab, disiplin, dsb., sebagaimna para ilmuan Sains menemukan dan mengembangkan teori-teori serta hukum-hukum IPA. Harus dipahami oleh seluruh stakeholder baik guru IPA, praktisi pendidikan, teknisi laboran dsb, bahwa pendidikan dan pembentukan karakter bangsa dapat dibangun melalui Sains...
Jumat, 02 Mei 2014
BEHAVIORISTIK VERSUS KOGNITIF
Para
ahli pendidikan memiliki pandangan yang berbeda tentang proses belajar yang
terjadi pada anak didik. Satu pihak berpandangan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku,
sehingga hasil belajar adalah sesuatu yang dapat diamati dengan indera manusia
langsung tertuangkan dalam tingkah laku yang kita kenal sebagai teori belajar
Behavioristik atau yang menganut paham behaviorisme. Kelemahan teori belajar
ini diantaranya adalah tidak mampu menjelaskan proses belajar yang kompleks dan tidak semua hasil belajar dapat
diamati dan diukur secara langsung.
Sementara
pihak lain berpandangan bahwa belajar merupakan
suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia, yaitu proses perubahan “skemata”
atau struktur kognitif seserang dalam pikiran melalui konsepsi terhadap objek
atau kejadian, yang kita kenal sebagai teori belajar kognitif atau yang
beraliran kognitivisme. Kelemahan teroi belajar ini diantaranya adalah” Teori
inia sukar dipraktekkan, karena tidak mungkin memahami “struktur kognitif” yang ada dalam setiap siswa yang
memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Sebenarnya mana yang terbaik apakah teori
belajar behavioristik atau kognitif....???
Apa
sebenarnya fungsi Teori belajar itu...? Dan apa hakikat belajar itu..?
Definisi
“Teori” sendiri merupakan kumpulan proposisi-proposisi yang
terintegrasi secara sintaktikal, yaitu mengikuti aturan-aturan tertentu yang dapat
menghubungkan secara logis proposisi yang satu dengan yang lain.
Teori dapat digunakan
untuk memprediksi dan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang diamati.
Manfaat Teori belajar dalam praktik pendidikan diantaranya adalah: Dapat membantu guru untuk memahami bagaimana
siswa belajar, membantu proses belajar lebih efektif, efisien dan produktif , membimbing guru untuk merancang
dan merencanakan proses pembelajarannya, menjadi panduan guru untuk mengelola
kelas, membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku guru sendiri serta
hasil belajar siswa yang telah dicapai, membantu guru dalam memberikan dukungan
dan bantuan kepada siswa sehingga dapat
mencapai prestasi maksimal.
Belajar
sendiri hakikitnya dalah proses perubahan pikiran, sikap dan perilaku seseorang
melalui serangkaian pengalaman dan pengamatan tehadap objek atau kejadian yang
menuju pada hal yang lebih baik (positif). Seseorang belajar ditandai dengan
adanya perubahan: tadinya tidak tahu
menjadi tahu, tadinya bodoh menjadi pintar, tadinya terbelakang menjadi maju,
tadinya malas menjadi rajin, tadinya jahat menjadi soleh, tadinya pemarah
menjadi penyabar, tadinya tidak terampil
menjadi terampil, tadinya tidak yakin menjadi yakin akan kebesaran Ilahi dan banyak
lagi tanda-tanda orang yang mengalami proses “belajar”.
Jadi
apapun teori belajar yang diterapkan dalam proses pembelajaran, tidak menjadi
persoalan, yang penting tujuan dan prinsip belajar dapat tercapai. Karena
masing-masing teori memiliki kelebihan dan kelemahan, maka seyogyanya seorang
guru dapat secara arif menerapkan teori belajar sesuai dengan karkteristik
siswa dan konten atau materi pembelajaran yang akan disampaikan.
Kamis, 01 Mei 2014
Memaknai hari Pendidikan Nasional...
Pertama-tama sya haturkan selamat hari pendidikan kepada selururh stakeholder pendidikan mulai dari karyawan sampai professor, mulai dari penjaga sekolah sampai rektor...
Ditengah berbagai maraknya "musibah" yang menimpa persekolahan di negeri ini, hari pendidikan nasional 2 Mei 2014, kita rayakan, dan harus dijadikan sebagai autorefleksi sudah sejauh mana pendidikan kita berjalan di bumi nusantara ini. Hardikanas hendaknya menjadii bahan renungan bagi kita semuanya, setiap tahun kita memperingati HARDIKNAS, tetapi tidak ada perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikan kita. tidak ada perubahan yang berarti dalam sistem pendidikan di negeri ini. HARDIKNAS harus dijadikan momentum untuk membangun fondasi sistem pendidikan yang lebih bermutu, bermakna dan bermartabat bagi kehidupan.
Apa sebenarnya hakikat pendidikan itu sendiri..? Pendidikan adalah usaha sadar dan terprogram untuk memanusiakan manusia. Artinya melalui pendidikan kita membentuk manusia, agar dia dapat mengenal lebih dekat siapa dirinya, siapa Tuhanya dan apa peran ia di dunia ini. Memanusiakan manusia juga berarti mengikis dan mengubah sifat kebinatangan menjadi sifat kemanusian yang memiliki peradaban dan nilai-nilai luhur yang hakiki, baik dari nilai agama maupun adat ke"indonesiaan". Pendidikan juga dapat memberikan kebebasan kepada setiap warga negaranya untuk bebas dan merdeka mengeksperiskan gagasannya. Jangan sampai ada lagi kaum-kaum yang tertindas, termarginalisasi dan menjadi korban ketidakadilan pada penguasa. Pendidikan adalah wahana yang strategis untuk kembali ke fitroh dan jatidiri manusia itu sendiri. dengan pendidikan diharapkan menjadi sarana menarbur rahmat bagi segenap alam....
Ditengah berbagai maraknya "musibah" yang menimpa persekolahan di negeri ini, hari pendidikan nasional 2 Mei 2014, kita rayakan, dan harus dijadikan sebagai autorefleksi sudah sejauh mana pendidikan kita berjalan di bumi nusantara ini. Hardikanas hendaknya menjadii bahan renungan bagi kita semuanya, setiap tahun kita memperingati HARDIKNAS, tetapi tidak ada perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikan kita. tidak ada perubahan yang berarti dalam sistem pendidikan di negeri ini. HARDIKNAS harus dijadikan momentum untuk membangun fondasi sistem pendidikan yang lebih bermutu, bermakna dan bermartabat bagi kehidupan.
Apa sebenarnya hakikat pendidikan itu sendiri..? Pendidikan adalah usaha sadar dan terprogram untuk memanusiakan manusia. Artinya melalui pendidikan kita membentuk manusia, agar dia dapat mengenal lebih dekat siapa dirinya, siapa Tuhanya dan apa peran ia di dunia ini. Memanusiakan manusia juga berarti mengikis dan mengubah sifat kebinatangan menjadi sifat kemanusian yang memiliki peradaban dan nilai-nilai luhur yang hakiki, baik dari nilai agama maupun adat ke"indonesiaan". Pendidikan juga dapat memberikan kebebasan kepada setiap warga negaranya untuk bebas dan merdeka mengeksperiskan gagasannya. Jangan sampai ada lagi kaum-kaum yang tertindas, termarginalisasi dan menjadi korban ketidakadilan pada penguasa. Pendidikan adalah wahana yang strategis untuk kembali ke fitroh dan jatidiri manusia itu sendiri. dengan pendidikan diharapkan menjadi sarana menarbur rahmat bagi segenap alam....
Langganan:
Postingan (Atom)